Sabtu, 19 Januari 2013

Muslimah, Dengan Islam Dirimu Lebih Berarti


Muslimah, Dengan Islam Dirimu Lebih Berarti

Pada abad pertengahan, Eropa menyaksikan kebiadaban yang sangat tidak berperikemanusiaan terhadap perempuan. Sebanyak sembilan juta perempuan dibakar hidup-hidup oleh sebuah Dewan Khusus dengan sebuah kesimpulan bahwa “kaum perempuan tidak mempunyai jiwa”.
Di Yunani, Lembaga Filsafat dan Ilmu Pengetahuan telah memandang perempuan secara tirani dan tidak memberinya kedudukan berarti di masyarakat. Mereka menganggap perempuan adalah makhluk yang lebih rendah dari laki-laki.
Sampai beberapa abad kemudian perempuan tetap menjadi objek penderita dan dianggap sebagai makhluk yang sering membawa bencana, seperti ungkapan Socrates, “Perempuan adalah sumber besar dari kekacauan dan perpecahan di dunia.”
Tapi alhamdulillah Allah mendatangkan islam ke muka bumi ini. Islamlah yang kemudian mengubah berbagai persepsi dan perlakuan yang sangat tidak adil terhadap kaum perempuan. Islam datang untuk melakukan pemberdayaan terhadap potensi kebaikan manusia, baik laki-laki maupun perempuan, agar mereka menjadi hamba yang menaati Tuhan-Nya. Kejahiliyahan telah dihapuskan dengan cahaya islam. Di sisi Nabi, kaum perempuan amat dimuliakan.
Mereka mendapat tarbiyah dari Nabi SAW, dengan diarahkan menuju kepada posisi dan peran yang adil antara laki-laki dan perempuan, Tidak ada diskriminasi status kemanusiaan dan potensi keduanya. Tarbiyah dari Nabi SAW telah mencerahkan kaum perempuan, sehingga mereka mendapatkan kesetaraan dalam harkat kemanusiaan dan potensi kebaikan. Islam memberikan peluang yang sama besar pada laki-laki maupun perempuan untuk mereguk sebanyak mungkin pahala yang Allah sediakan bagi mereka yang beramal.
Kontribusi seorang muslimah sangat diperlukan terutama bagi islam.. Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang muslimah senantiasa berupaya untuk meningkatkan sumber dayanya dengan menitik beratkan pada pengembangan aspek – aspek berikut, meliputi :

Aspek Kedalaman Spritual
Aspek spritual berkaitan dengan pembentukan integritas muslimah dimana ia di tuntut untuk manjadi sosok yang mempunyai keyakinan yang teguh dan berkepribadian.

Aspek Perilaku
Aspek perilaku berkaitan dengan moralitas muslimah, baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial yang siap berperan bagi kehidupan lingkungan sekitarnya.

Aspek Ilmu Pengetahuan dan Intelektual
Aspek ilmu pengetahuan dan intelektual berkaitan dengan kemampuan teoritis muslimah sebagai manusia yang mampu membaca berbagai macam persoalan dari sudut pandang ilmiah dan analisis yang tajam sehingga mampu memberi pemecahan (problem solving) yang bisa dilakukan secara sistematis.

Aspek Ketrampilan
Aspek ketrampilan berkaitan dengan kemampuan muslimah dalam mengembangkan potensi dan bakat yang ada pada dirinya sehingga membentuk skill yang diharapkan memberi makna tersendiri bagi kehidupannya baik disaat sekarang maupun yang akan datang.

Era globalisasi yang semakin mendunia, kian menuntut kaum muslimah untuk mengoptimalkan diri. Di samping tuntutan zaman, juga karena peran muslimah itu sendiri yang cukup punya andil besar di berbagai bidang kehidupan. Yang terpenting adalah, dimanapun kita berperan, kita harus mengemban misi yang sama, yaitu amar makruf dan nahi munkar. Termasuk juga saat menjalankan semua aktifitas baik di dalam dan di luar lingkungan sekolah.
So, jadilah muslimah yang lebih berarti dengan Islam dan untuk Islam..

Maraji ’ : Keakhwatan 1 by Cahyadi Takariawan, dkk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar