Muslimah,
Dengan Islam Dirimu Lebih Berarti
Pada abad pertengahan,
Eropa menyaksikan kebiadaban yang sangat tidak berperikemanusiaan terhadap
perempuan. Sebanyak sembilan juta perempuan dibakar hidup-hidup oleh sebuah
Dewan Khusus dengan sebuah kesimpulan bahwa “kaum perempuan tidak mempunyai
jiwa”.
Di Yunani, Lembaga
Filsafat dan Ilmu Pengetahuan telah memandang perempuan secara tirani dan tidak
memberinya kedudukan berarti di masyarakat. Mereka menganggap perempuan adalah
makhluk yang lebih rendah dari laki-laki.
Sampai beberapa abad
kemudian perempuan tetap menjadi objek penderita dan dianggap sebagai makhluk
yang sering membawa bencana, seperti ungkapan Socrates, “Perempuan adalah
sumber besar dari kekacauan dan perpecahan di dunia.”
Tapi alhamdulillah Allah
mendatangkan islam ke muka bumi ini. Islamlah yang kemudian mengubah berbagai
persepsi dan perlakuan yang sangat tidak adil terhadap kaum perempuan. Islam
datang untuk melakukan pemberdayaan terhadap potensi kebaikan manusia, baik
laki-laki maupun perempuan, agar mereka menjadi hamba yang menaati Tuhan-Nya.
Kejahiliyahan telah dihapuskan dengan cahaya islam. Di sisi Nabi, kaum
perempuan amat dimuliakan.
Mereka mendapat
tarbiyah dari Nabi SAW, dengan diarahkan menuju kepada posisi dan peran yang
adil antara laki-laki dan perempuan, Tidak ada diskriminasi status kemanusiaan
dan potensi keduanya. Tarbiyah dari Nabi SAW telah mencerahkan kaum perempuan,
sehingga mereka mendapatkan kesetaraan dalam harkat kemanusiaan dan potensi
kebaikan. Islam memberikan peluang yang sama besar pada laki-laki maupun
perempuan untuk mereguk sebanyak mungkin pahala yang Allah sediakan bagi mereka
yang beramal.
Kontribusi seorang
muslimah sangat diperlukan terutama bagi islam.. Oleh karena itu, sudah
selayaknya seorang muslimah senantiasa berupaya untuk meningkatkan sumber
dayanya dengan menitik beratkan pada pengembangan aspek – aspek berikut,
meliputi :
Aspek Kedalaman Spritual
Aspek spritual
berkaitan dengan pembentukan integritas muslimah dimana ia di tuntut untuk
manjadi sosok yang mempunyai keyakinan yang teguh dan berkepribadian.
Aspek Perilaku
Aspek perilaku
berkaitan dengan moralitas muslimah, baik sebagai individu maupun sebagai
makhluk sosial yang siap berperan bagi kehidupan lingkungan sekitarnya.
Aspek Ilmu Pengetahuan dan Intelektual
Aspek ilmu pengetahuan
dan intelektual berkaitan dengan kemampuan teoritis muslimah sebagai manusia
yang mampu membaca berbagai macam persoalan dari sudut pandang ilmiah dan
analisis yang tajam sehingga mampu memberi pemecahan (problem solving) yang bisa dilakukan secara sistematis.
Aspek Ketrampilan
Aspek ketrampilan
berkaitan dengan kemampuan muslimah dalam mengembangkan potensi dan bakat yang
ada pada dirinya sehingga membentuk skill
yang diharapkan memberi makna tersendiri bagi kehidupannya baik disaat
sekarang maupun yang akan datang.
Era globalisasi yang
semakin mendunia, kian menuntut kaum muslimah untuk mengoptimalkan diri. Di samping
tuntutan zaman, juga karena peran muslimah itu sendiri yang cukup punya andil
besar di berbagai bidang kehidupan. Yang terpenting adalah, dimanapun kita
berperan, kita harus mengemban misi yang sama, yaitu amar makruf dan nahi
munkar. Termasuk juga saat menjalankan semua aktifitas baik di dalam dan di
luar lingkungan sekolah.
So, jadilah muslimah
yang lebih berarti dengan Islam dan untuk Islam..
Maraji ’ : Keakhwatan 1 by Cahyadi Takariawan, dkk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar