Rabu, 29 Mei 2013

Pernahkah Kamu Mengalami Tindihan? (part.2)


Malfungsi tidur menurut Al Cheyne, peneliti dan Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis merupakan halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap Rapid Eye Movement (REM). Sebagai pengetahuan saja nih ya? Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahap. Tahapan ini adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam, dan tahap REM (pada tahap REM inilah mimpi terjadi).

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti urutan tahapan tidur yang semestinya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM). Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM, tapi tubuh belum bangun, di sinilah sleep paralysis terjadi.
Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.
 
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep opnea (mendengkur), kecemasan, dan juga depresi.
Jika kamu sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatatn mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu kamu mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicunya. Bila tindihan terjadi diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat. Kurang tidur pun juga tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur.

Tindihan umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi terlentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi resiko terserang gangguan tidur tersebut.

Jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah kita buat akan membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar